Dirjen PFM: KUBE Harus Manfaatkan Kemajuan Digital untuk Bersaing

  • Dirjen PFM: KUBE Harus Manfaatkan Kemajuan Digital untuk Bersaing
  • WhatsApp Image 2020-09-25 at 11.30.23 PM
  • WhatsApp Image 2020-09-25 at 11.30.29 PM
  • WhatsApp Image 2020-09-25 at 11.30.35 PM
  • WhatsApp Image 2020-09-25 at 11.30.41 PM
  • WhatsApp Image 2020-09-25 at 11.30.47 PM
  • WhatsApp Image 2020-09-25 at 11.30.53 PM
  • WhatsApp Image 2020-09-25 at 11.31.08 PM
  • WhatsApp Image 2020-09-25 at 11.31.00 PM
  • WhatsApp Image 2020-09-25 at 11.32.07 PM
LAMPUNG (25 September 2020) - Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin terus melakukan upaya-upaya percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat miskin, salah satunya berupa Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Program Sembako.

Bagi penerima bansos seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan e-Warong harus memanfaatkan kemajuan digitial untuk mendukung usaha yang tengah dilakukan. "Kemajuan digital harus bisa dimanfaatkan untuk mendukung usaha, sekaligus bisa digunakan untuk pelaporan berupa video dan berbagai publikasi," ujar Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM), Asep Sasa Purnama saat berdialog dengan perwakilan Dinas Sosial se-Provinsi di salah satu hotel di Lampung.   

Dirjen PFM menyampaikan bahwa bansos dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat miskin atau keluarga penerima manfaat (KPM) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Bansos seperti Program Sembako bagi masyarakat miskin memiliki multiplier effect atau dampak yang luas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," imbuhnya.

Pesan Presiden melalui Menteri Sosial menandaskan bahwa bansos adalah hak bagi masyarakat miskin yang harus tersampaikan dengan tepat dan baik, sehingga mereka bisa  merasakan kehadiran negara.  "Saya kira sudah jelas, pesan dari Presiden dan Menteri Sosial soal bansos adalah hak bagi masyarakat miskin yang harus tersampaikan dengan tepat dan baik," tandas Dirjen PFM.

Dirjen PFM mengingatkan masyarakat miskin itu tidak hanya secara ekonomi, melainkan juga mental, mindset, dan spiritual yang harus diubah agar mereka bisa bangkit menjadi mandiri. "Jika masyarakat miskin dikasih uang begitu saja, dipastikan berapapun pasti habis tanpa dibarengi dengan perubahan mental, mindset, serta spritual sehingga perlu ada upaya- upaya penguatan, revitalisasi, serta pandampingan," ujarnya. 

Sedangkan, untuk mengubah anggapan kemiskinan itu takdir, maka harus diubah dengan  menghadirkan kisah sukses atau success story dari para penerima bansos yang kini sudah  sukses. "Tak kalah penting membuka mata semua pihak, banyak orang sukses dari program bansos  yang harus didokumentasikan agar bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya," ungkap Dirjen PFM. 

Acara dialog tersebut, diantaranya dihadiri Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Heryana Romdhony, perwakilan BRI Provinsi Lampung dan Bengkulu, Nasrallah Iskandar, serta perwakilan dari PT Pos Indonesia, Yesi Agustianti.

Penulis :
UHH Ditjen PFM
Editor :
Annisa YH

Bagikan :